Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Pada Anak Remaja

sumber gambar : https://pin.it/5wZpcr1

Ditulis Oleh Farah Nabilah Riswandi Mahasiswi Psikologi Islam - FUAD IAIN LANGSA

Sehat menurut World Health Organization (WHO) adalah: A state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (WHO, 2001). WHO memberikan pengertian tentang sehat sebagai suatu keadaan fisik, mental, dan sosial yang lengkap sejahtera dan tidak semata-mata karena tidak adanya penyakit atau kelemahan. Definisi ini semakin menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian dari kesehatan dan sangat berhubungan dengan kesehatan fisik dan perilaku. WHO lalu memberikan pengertian tentang kesehatan mental sebagai: “A state of well-being in which the individual realizes his or her own abilities, can cope with normal stresses of life, can work productively and fruitfully, and is able to make a contribution to his or her community (WHO, 2001)”. Kesehatan mental juga dapat diartikan kondisi kesehatan yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Kondisi ini dapat terjadi sesekali atau berlangsung dalam waktu yang lama (kronis).

Dapat dilansir dari berbagai macam media,kasus gangguan mental paling banyak didapati oleh usia kritis remaja-dewasa muda atau usia 10-19 tahun. Sekarang ini,kasus gangguan kesehatan mental pada remaja di Indonesia terdiagnosis pada angka 5,5%. Masa remaja menjadi masa yang sulit karena terlalu berisiko terhadap fase yang dilewatinya terkhusus bagi anak remaja zaman sekarang. Fase remaja ini sangat berisiko karena harus melewati berbagai macam perubahan dan tantangan dalam waktu yang cukup singkat. Maka dari itu,anak anak remaja membutuhkan kesehatan mental yang baik agar menjadi anak yang sehat mental dan dapat bertumbuhkembang dengan optimal. Lagipula,pada zaman sekarang ini banyak orang tua dari kita yang tidak tahu betapa pentingnya mental anak. Mereka menganggap kasus gangguan mental adalah hal yang tabu di kalangan masyarakat. Mengutip dari jargon yang digunakan oleh WHO, “there is no health without mental health” menandakan bahwa kesehatan mental perlu dipandang sebagai sesuatu yang penting sama seperti kesehatan fisik. Mengenali bahwa kesehatan merupakan kondisi yang seimbang antara diri sendiri, orang lain dan lingkungan membantu masyarakat dan individu memahami bagaimana menjaga dan meningkatkannya (WHO, 2004).

Maka dari itu mari kita lihat beberapa alasan mengapa pentingnya menjaga kesehatan mental pada anak khususnya remaja,yaitu dapat merasakan hidup yang lebuh positif atau senang,dapat terus tumbuh dan berkembang,dapat lebih menikmati hidup,memiliki rasa pencapaian,merasa nyaman jika berada di sebuah komunitas,memiliki hubungan yang sehat dengan keluarga dan teman,lebih percaya diri,mampu berinteraksi dengan baik,dll.

Seiring berjalannya waktu,jika seseorang yang terkena gangguan Mental Health dibiarkan begitu saja maka tingkatan itu akan berubah menjadi tingkatan yang lebih tinggi yang disebut Mental Illnes. Menurut American Psychiatric Association (APA) Pengertian terkait Mental Illnes ialah kondisi kesehatan yang melibatkan perubahan emosi, pemikiran, atau perilaku(atau kombinasi dari ini). Mental illness dikaitkan dengan kesulitan dan/atau masalah yang mengganggu keberfungsian dalam kegiatan sosial, pekerjaan, atau aktivitas keluarga. Artinya, orang yang memiliki mental illness secara signifikan memengaruhi cara mereka merasa, berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain. Mental illness bukanlah hal yang memalukan melainkan sebuah kondisi medis, sama seperti penyakit jantung atau diabetes.Mental illness dapat disembuhkan dan para ahli di bidangnya terus memperluas pemahaman serta mengembangkan perawatan untuk membantu orang dengan kondisi kesehatan mental supaya dapat kembali berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu pentingnya menjaga kesehatan mental sejak kecil,agar terbentuknya suatu jiwa dan fisik yang baik pula. Orang tua dapat memulai dengan memberikan nutrisi yang cukup pada anak, kesempatan pada anak untuk belajar baik sendiri maupun bersama teman, serta waktu untuk bermain yang akan meningkatkan kualitas hidup anak sedari dini. Pemberian pola pengasuhan yang memberikan rasa aman, adanya kedekatan terhadap seluruh anggota keluarga dan komunikasi yang terjalin dengan baik membuat keluarga menjadi sebuah sistem yang memiliki fungsi optimal pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pemerintah dapat memberikan kebijakan terkait perlindungan serta peningkatan kualitas hidup, seperti meningkatkan pemberian dan penyebaran makanan yang bernutrisi, hunian rumah yang nyaman serta akses untuk mendapat pendidikan yang memadai. Hal tersebut tentu berkaitan pula dengan kondisi perekonomian serta jaringan komunitas yang ada.

0 Komentar