Cahaya Pengabdian Abah Sulaiman Ali Dari Balik Dinding TPA Babul Ikhlas, Gampong Seulalah Baru Langsa

Ditulis oleh Reandi Saputra Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah IAIN Langsa

Sore yang sendu dan malu-malu, angin bergerak pelan setelah salah memilih arah, seisi langit turut bersenandung mendengar suara-suara kecil dari segala puja pada Sang Maha, dari sebuah rumah mengaji sederhana di Gampong Seulalah Baru, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Dibalik kesibukan kota dan kehidupan yang berjalan sangat cepat, sebuah desa di Kecamatan Langsa Lama ini akan membawa kita pada sebuah cerita inspiratif lewat sosok guru mengaji yang teladan, tekun dan bersahaja pada sebuah TPA desa yaitu Babul Ikhlas. Adalah Abah Sulaiman Ali, sesosok bersahaja yang mengajar disana sebagai guru mengaji. Ditengah kesibukannya, Abah Sulaiman Ali tidak menganggap itu sebagai kesibukan yang melelahkan, sebab ia telah menganggapnya sebagai bagian dari hidupnya, ia  melalukannya dengan sepenuh hati, tanpa rasa lelah dan benar-benar tulus.

TPA Babul Ikhlas merupakan salah satu TPA yang berada di Desa Seualah Baru kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. dari TPA inilah Abah Sulaiman Ali menggenapkan pengabdiannya an memilih untuk menjadi guru mengajo teteap di TPA tersebut. Baginya jalan ini adalah apa yang harus ia tempuh sembari menunggu waktu menghabiskan peran dalam hidupnya. Dari balik dinding TPA Babul Ikhlas inilah ia menanam kebaikan lewat ilmu yang disampaikan pada murid-murid yang datang mengaji pada tiap hari. Ilmu keagamaan yang dibungkus lewat keteladanan dan penyampaian yang halus serta rasa kasih sebagai sesama manusia dalam perwujudan Habblumminannas, Abah Sulaiman Ali adalah sesosok guru yang sangat telaten dan mencintai pekerjaannya.

Diusianya yang menginjak senja, Abah Sulaiman Ali menghabiskan waktunya dengan mengajar mengaji dari sore hingga malam tiba. Tak ada apapun lagi yang ia inginkan selain ketenangan jiwa dan diri serta dedikasinya pada generasi muda melalui caranya mendidik lewat aturan-aturan agama. Sejak dahulu Abah Sulaiman Ali sudah menjadi seorang yang berbesar hati dalam pengabdiannya dijalan Allah. Pada tahun 2004 Abah Sulaiman Ali mengisi kesibukannya untuk membantu imam dan bersih-bersih masjid secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Hingga tahun 2010 Abah Sulaiman Ali mulai mengajar secara sukarela di masjid Al-Hidayah. Lalu pada 2015 hingga sekarang Abah Sulaiman Ali Abah Sulaiman Ali mengajar sebagai guru mengaji di TPA Babul Ikhlas dengan honor Rp.300.000 yang ia dapati dari desa. Sebab masyarakat gampong Seulalah Baru sangat peduli dengan kelangsungan guru agama, maka Abah Sulaiman Ali juga merupakan salah satu tokoh yang dihormati ditengah masyarakat.

Konon segala hal baik yang ditaman akan dituai menjadi ladang keberkahan tiada tara. Abah Sulaiman Ali membuktikan lewat pengalaman dan dedikasinya, mengabdi tanpa memandang pamrih dan bayaran akan pekerjaannya, namun kemudahan rezeki datang sendiri padanya lewat jalan yang telah ditentukan Allah swt, lewat ribuan kebaikan yang ia tebarkan pada siapapun. Sesosok Abah Sulaiman Ali adalah potret orang lama yang perannya sangat dibutuhkan dalam masyarakat. Abah Sulaiman Ali telah memandang kehidupan sebagai bahtera yang berlayar dilautan penuh kemungkinan, namun dengan segala kesadarannya ia mengerti bahwa segala sesuatunya akan berakhir pada pelabuhan paling Abadi tempat semua kebaikan diperhitungkan.

Hingga kini Abah Sulaiman Ali sudah memiliki cukup banyak murid yang telah ia didik disekitaran gampong. Peran Abah Sulaiman Ali sebagai guru mengaji menyisakan rasa hormat tersendiri dihati para muridnya. Abah Sulaiman Ali juga sangat piawai dalam memberikan berbagai nasihat-nasihat baik, meski zaman telah berubah dan ia menyadari bahwa perkembangan pemuda sekarang berbeda dengan perkembangan pemuda dizamannya dahulu namun satu hal yang harus senantiasa dijunjung adalah agama dan rasa hormat kepada orang yang telah tua. Hal itu yang selalu disampaikan Abah Sulaiman Ali sebagai bekal untuk para muridnya yang ia rasa sudah dewasa dan wajib dibekali dengan wejangan akan kehidupan. Tentu ini dapat memberi dampak baik bagi para murid Abah Sulaiman Ali, lewat berbagai pelajaran agama tentang mengaji dan sebagainya, lebih-lebih ia juga kerap memberikan mereka berbagai contoh kehidupan baik yang bersumber dari para nabi. Nasehat-nasehat tersebut adalah hal yang mungkin adalah biasa namun sebenarnya itu akan senantiasa mereka ingat sampai kapanpun sebagai bekal hidup dalam berbagai rintangan yang mungkin mereka hadapi.

Cerita Abah Sulaiman Ali adalah secerca cahaya yang dimiliki ditengah kesibukan kota. Inspirasi yang dapat dijadikan cerita sederhana tentang bagaimana cara seseorang memilih jalan yang dekat dengan agama dan bagaimana caranya memperoleh ketulusan tanpa pamrih dari pekerjaannya. Tentu ditengah tuntutan zaman yang bergerak teramat cepat, sesosok Abah Sulaiman Ali adalah tokoh yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat sebagai orang tua yang paham soal kehidupan dan memilih mengabdi guna melanjutkan berbagai ilmunya pada para generasi muda yang mendak mendalami agama. Karena bagaimanapun bekal agama merupakan hal yang sangat penting untuk anak-anak guna dapat menjadi landasan pada tiap keadaan dalam hidupnya kelak.

Selama proses yang ia hadapi kita tak pernah tau ntah apa saja yang sudah dihadapi oleh Abah Sulaiman Ali hingga menuju usianya yang sekarang, namun dari situlah ia menemukan dirinya sebagai seorang guru mengaji yang bersahaja dan selalu mendekatkan diri kepada Allah swt serta berbagi pada orang-orang disekelilingnya. Tak bisa dipungkiri bahwa kita dapat belajar banyak dari pengalaman yang dimiliki oleh Abah Sulaiman Ali, dari karakter dan dari ketulusannya serta dari caranya memandang kehidupan sebagai tempat yang hanya sementara namun harus tetap memberikan segala kebaikan yang bisa kita berikan bahkan meski kita tau kita tak pernah kekal tinggal didalamnya.

Adanya Abah Sulaiman Ali ditengah-tenagh masyarakat sebagai orang tua dan tokoh yang dihormati membuatnya hidup dengan ketenangan diusianya yang dapat dibilang telah menua. Kini Abah Sulaiman Ali hidup dengan keluarganya yang sederhana dan hangat. Keteladanannya didunia agama telah membawa banyak dampak baik dalam hidupnya. Abah Sulaiman Ali adalah sosok yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat, lewat cerita-cerita inspiratifnya, pengalamannya, kisah hidupnya serta ilmunya yang tiada batas. Siapa sangka jika mungkin saja Abah Sulaiman Ali adalah sosok yang tak tergantikan dihati masyarakat. Seiring waktu berlalu dan zaman yang semakin berkembang kita tetap membutuhkan peran orang tua yang realigius dan mampu memberi nasehat berdasarkan panjangnya perjalanan hidup yang telah ia hadapi.

Ketika kita membaca kisah inspiratif ini mari kita turut berdoa atas keberkahan Abah Sulaiman Ali, semoga senantiasa baik rezeki dan kesehatannya. Mungkin sekarang ia sedang mengajar murid-muridnya mengaji di TPA Babul Ikhlas Gampong Seulalah Baru, Kecamatan Langsa Lama, Langsa. orang-orang seperti Abah Sulaiman Ali adalah cahaya inspirasi bagi siapapun yang sedang mencari dan menginginkan hidupnya agar dapat lebih terang dengan agama. Mungkin sosok Abah Sulaiman Ali ada disekitar kita, dekat dengan kita, namun mungkin kita belum sepenuhnya menyadari. Maka dari itu mari menjadi lebih peka akan cahaya inspirasi disekitar hidup kita. Menjadikannya pohon pembelajaran yang dapat dipetik pada setiap waktu.


Lebih baru Lebih lama