Beranda
ARTIKEL
BERITA
CERITA
NASIONAL
PENDIDIKAN
Kondisi Masyarakat Pesisir Laut Ujung Langkat

Sumatera Utara cukup banyak keindahan alamnya yang sudah dikenal masyarakat salah satunya yaitu Desa Jaring Halus salah satu Desa yang berada di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Kecamatan Seacnggang ini merupakan kecamtan yang bersebelahan langsung dengan kecamatan Stabat, jarak kota Stabat dari Desa Jaring Halus sekitar 25km. Jarak dari kta Stabat menuju Desa Jaring Halus harus melewati Desa Batang Bulu untuk mencapainya hanya bisa menggunakan transportasi laut seperti boat. Perjalanan menuju Desa Jaring Halus sekitar 40 menit. Letak kesulitannya menuju Desa Jaring Halus ini adalah karena harus menunggu jadwal boat tidak setiap waktu ada dan harus menunggu keberangkatan boat. Desa ini merupakan sebuah pesisir yang dikelilingi sebuat laut lepas yang cukup indah dipandang mata. Mayoritas sebagian besar penduduknya adalah dari suku melayu dan sebagian kecil penduduknya bersuku Banjar. Sekitar 105 tahun yang lalu desa ini beerdiri dengan masyarakat yang padat, ramah dan hidup dengan rukun. Jumlah kepala keluarga yang tinggal di desa itu sekitar 889 kepala keluarga. 

Masyarakat Desa Jaring Halus sangat masih sangat rukun karena rasa solidaritas diantara sesama masyarakat terasa sangat kuat. Masyarakat yang tinggal di Desa Jaring Halus seluruhnya menganut agama islam . Dalam hubungan bermasyarakat, masyarakat Melayu di Desa Jaring Halus lebih cenderung menghindari pertikaian atau perdebatan dalam setiap permasalahan. Sikap terbuka dan menghindari konflik yang dimiliki masyarakat Melayu di Desa Jaring Halus adalah alat yang sangat kuat bagi mereka untuk melakukan interaksi sosial di sana. Dengan sikap tersebut mereka bisa tetap bertahan dan bahkan semakin berkembang.

Penduduk yang dominan bermata pencarian sebagai seorang nelayan. Desa terpencil jauh dari daerah perkotaan namun terdapat sumber pencarian yang luas seperti mencari udang, kepiting, kerang dan berbagai macam ikan. Daerahnya cukup jauh dari kota untuk ke desa ini hanya satu jalur transportasi yaitu melalui sampan itupun sudah ada jadwalnya tidak setiap waktu ada yang untuk mengangkut sewa namun kalau ada keadaan darurat seperti mengantar orang sakit masyarakat daerah itu menggunakan sampan milik nelayan yang jarak tempuhnya cukup sedikit lebih cepat untuk membawa ke rumah sakit daerah kota. Rumah penduduk Desa Jaring Halus berbentuk seperti rumah panggung, sarana yang ,menghubungkan antara rumah yang satu dengan rumah yang lain yaitu titi-titi yang terbuat dari kayu yang cukup kuat.

Kegiatan perikanan sebagai sumber kehidupan masyarakat Desa Jaring Halus terlihat memadai untuk memajukan taraf hidup hidup perekonomian mereka. Masyarakat Desa Jaring Halus menggantungkan hidupnya dengan bermata pencarian sebagai seorang nelayan. Kehidupan perekonomian mereka awalnya bisa dikategorikan rendah namun seiring berjalannya waktu mereka tidak hanya mengonsumsi hasil tangkapan mereka dilaut namun mulai menjual ke luar desa mereka sebagai penghasilan sehari-hari mereka. Tidak hanya itu masyarakat di desa jaring halus semakin pandai mengolah hasil tangkapannya yang membuat nilai jual hasil tangkapan mereka semakin di nilai jual yang tinggi. 

Penduduk di Desa Jaring Halus yang semua hampir mempunyai pekerjaan, selain sebagai seorang nelayan ada juga bekerja di instansi, kantor Desa, Puskesmas, Sekolah, namun nelayan sebagai pekerjaan yang dominan di desa Jaring Halus. Sebagai seorang nelayang mereka tidak hanya menangkap ikan dilaut namun mereka mengelola hasil alam seperti mencari ikan dilaut ikan dan udang di olah terlebih dahulu untuk menjadi hasil alam yang dapat diawetkan dan tahan lama. Udang diolah manjadi terasi oleh masyarakat didaerah itu. Tidak hanya itu ikan juga ikan juga dikeringkan dijadikan ikan asin yang kemudian juga diperjual belikan bahkan sampai sampai dijual keluar daerah melalui sampan. 

Desa jaring halus ini memiliki potensi masyarakat yang cukup berlimpah, karena nelayan adalah salah satu mata pencarian utama bagi masyarakat desa tersebut. Didaerah desa itu terdapat hutan bakau yang memukau cukup luas yang setiap hari dilalui oleh para nelayan pergi kelaut mencari ikan dan pulang dengan hasil tangkapan mereka dengan ikan yang banyak dijadikan sebagai mata pencarian bagi penduduk desa dan makan hasil tangkapan serta sebagian dijual. 

Hasil tangkapan mereka yang setiap hari mereka lakukan dapat memperbaiki tingkat hidup mereka. Secara tidak langsung dapat mendongkrak kehidupan ekonomi masyarakat Desa jaring halus. Karena bergerak dari yang dahulunya mereka hanya mengonsumsi hasil tangkapannya sendiri sekarang hasil tangkapan itu sudah mempunyai nilai jual karena sebagian sudah diolah yaitu salah satunya ikan asin yang cukup dikenal. 

Masyarakat Desa jaring halus cukup dikatakan mandiri karena kerambah kerapu dan udang sebagai sektor perikanan mereka yang memberikan dampak perbaikan ekonomi yang masyarakat harapkan. Dari segi perternakan iakn juga di katakan mandiri karena mereka tidak membutuhkan oknum lain dalam pembuatan dan pereawatan hingga hasil panenan.  

Aktivitas masyarakat di Desa itu dilalui dengan berjalan kaki, jika pergi keluar desa menggunakan sampan angkutan umum atau kapal yang dipakai nelayan mencari ikan ke laut. Hidup mereka cukup sehat walaupun keadaan sekitar tempat tinggal mereka sebagian ada yang kumuh karen atumpukan sampah-sampah serta bekas kulit-kulit kerang saat air surut dan hanyut kembali akan bersih kembali.

Dari segi pendidikan cukup memandai dari mulai Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) semuanya berstatus Swasta kecuali ada salah satu Sekolah Dasar. 

Penulis : DIAH RAMADANA ( Mahasiswi KPI IAIN LANGSA )

Penulis blog

Tidak ada komentar