3 Sistem Pendidikan Yang Bermasalah di Indonesia

#ilustrasi

Penulis opini : M. Khairil Amri (1012018039), Mahasiswa IAIN Langsa, Prodi Pendidikan Agama Islam.

 Indonesia adalah Negara dengan lebih dari dua ratus ribu sekolah, lebih dari empat puluh lima juta murid dan lebih dari dua juta guru. Tapi sayangnya kita juga Negara dengan performa yang paling rendah.
 Menurut PISA (Programme For International Student Assesment), Indonesia rangking 62 dari 70 negara. Riset terbaru dari lant pritehett seorang profesor dari universitas Harvard meneliti khusus anak-anak dijakarta yang berusia 15 tahun, dan hasilnya adalah anak-anak dijakarta ketinggalan 128 tahun jika dibandingkan dengan Negara-negara lain.
  Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa Indonesia bisa tertinggal sejauh itu? Sebenarnya apa sih masalah dalam pendidikan kita? Jika kita membahas masalah pendidikan, tentu ada banyak sekali masalah dalam pendidikan, salah satunya adalah pada system pendidikan. Adapun system pendidikan yang bermasalah yaitu:

1. Sekolah me-reward nilai atau ipk tapi sayangnya kehidupan tidak me-reward nilai atau ipk. Jadi bisa dikatakan bahwa sekolah itu gak terlalu efektif pengaruhnya bagi kehidupan kita. Sebenarnya apa sih tujuan dari pendidikan? Mungkin setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, tapi kalau saya pribadi akan mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan adalah untuk mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan, Pendidikan juga bisa membantu kita agar memiliki skil yang kita perlukan dalam kehidupan baik itu skil untuk pekerjaan, skil berkomunikasi, dan banyak skil lainnya. Nah pertanyaannya adalah apakah sekolah sudah berperan seperti itu? Kalau menurut Neil DeGrasse Tyson sekolah yang ada saat ini belum bisa mencapai tujuan tersebut.

2.Elon musk pernah mengatakan sekolah itu hanya menjelaskan “apa” tapi bukan “kenapa”. Kita memang belajar banyak disekolah, kita belajar belasan mata pelajaran, ada matematika, fisika, kimia, dan sebagainya. Tapi apakah kita tau kenapa diajarin itu disekolah? Saya yakin banyak juga darikita yang tidak tau mengapa kita belajar pelajaran tersebut.

3. Kalau kata Ser Ken Robinson, sekolah itu membunuh kreatifitas muridnya. Kenapa? Karena murid disuruh untuk terus-menerus melakukan hal yang sama, untuk diajari hal yang sama dengan semua orang dan punya standart yang sama. Maka pembelajaran yang seperti ini membuat kreatifitas murid menjadi mati, tipe belajar yang seperti ini enggak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan buruh pabrik. Nah dampaknya adalah fashion orang-orang tersebut akan menghilang, kreatifitasnya juga akan mati perlahan, karena apa? Karena mereka enggak diberikan ruang untuk melakukan hal yang ingin mereka lakukan.
Lebih baru Lebih lama