BERITA CERITA DAERAH NASIONAL

Pengaruh Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Anak

Walies MH
Desember 23, 2021
0 Komentar
Beranda
BERITA
CERITA
DAERAH
NASIONAL
Pengaruh Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Anak

Berkembangnya Teknologi yang semakin pesat sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi selalu mempunyai inovasi yang semakin lama semakin canggih dari hari ke hari. Hal ini dikarenakan tuntutan manusia yang semakin lama ingin yang praktis. Teknologi sendiri sangat mudah di dapatkan dengan harga yang murah, terdapat di seluruh daerah dan bisa disesuaikan dengan kantong penggunaanya.

Gadget merupakan teknologi yang saat ini hangat diperbincangkan serta pengunaannya meningkat setiap harinya. Hal ini adalah salah satu yang mempengaruhi kehidupan manusia baik segi cara berfikir maupun tingkah laku. Penggunaan gadget tidak hanya mempengaruhi orang dewasa saja, tetapi juga mempengaruhi anak-anak, terutama Anak SD.

Siswa Sekolah Dasar mengalami perkembangan dalam tahap berinteraksi dan rasa ingin tau terhadap lingkungannya. Biasanya anak senang dengan sesuatu yang baru saja didapatnya, apalagi melalui aktivitas bermain. Hal tersebut biasanya dipecahkan melalui Gadget, karena mereka paham bahwa gadget bisa memecahkan rasa penasaran. Padahal diumurnya yang masih dikategorikan anak-anak seharusnya bermain dengan teman-teman seumurnya.

Tidak dapat dipungkiri, gadget sangat mempengaruhi setiap kalangan dari orang Dewasa hingga anak-anak. Laptop, tablet, smartphone dan lainnya sangat mudah ditemui sehari-hari. Untuk itu, Gadget bukan menjadi barang yang mewah pada zaman sekarang, karena siswa pun sudah diberikan orang tuanya sendiri agar orang tua tidak harus selalu mendampingi  anak bermain. Anak-anak tentunya sangat senang ketika orang tuanya memberikan gadget seperti smartphone, hal itu sangat mempengaruhi kemampuan interaksi sosial pada setiap anak.

Gadget adalah suatu instrumen yang mempunyai fungsi praktis yang dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Gadget membuat hidup manusia lebih mudah dan lebih menghemat waktu. Hakikatnya, gadget diciptakan agar adanya kemudahan masyarakat dalam berkomunikasi. Tanpa memerlukan waktu dan biaya yang banyak. Menurut Brandlun komunikasi timbul didorong kebutuhan untuk menggurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Dapat disimpulkan bahwa gadget merupakan alat/media yang digunakan untuk mempermudah komunikasi manusia dalam interaksi sosial.

Siswa sekolah Dasar adalah anak yang berumur 7-12 tahun yang mulai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mencoba mencari tahu, bereksperimen suatuu hal yang dianggapnya menarik. Menurut Piaget (suyanto, 2003) anak mempunyai 4 tahapan perkembangan kognitif yaitu tahapan sensori motorik (0-2 tahun), pra operasional konkrit (2-7 tahun), operasional konkret (7-11 tahun) dan operasional formal (11 tahun keatas).

Interaksi adalah ketika dua atau lebih objek yang dapat melakukan kegiatan/tindakan yang mempengaruhi atau memiliki efek satu dengan yang lain.sedangkan sosial menurut KBBI adalah hal yang berhubungan dengan masyarakat dan tetap memperhatikan kepentingan umum. Dapat ditarik kesimpulan bahwa interaksi sosial adalah hubugan yang terjadi dalam sekumpulan individu yang berkaitan baik dalam melakukan tindakan sosial maupun berkomunikasi.

Perkembangan perilaku sosial bisa dilihat ketika adanya minat terhadap aktivitas teman sejawatnya dan adanya keinginan untuk ikut dalam suatu kelompok, dan tidak merasa senang ketika sesuatu yang tidak berhubungan dengan teman-temannya.

Karakteristik interaksi sosial menurut (Gerungan,2010) interkasi sosial itu memiliki karakteristik yang dinamis dan tidak statis. Yang artinya interaksi sosial selalu mempunyai sesuatu yang baru, bergerak tidak monoton yang hanya itu-itu saja. Bentuk-bentuk interaksi menurut (Gerungan, 2010) yaitu:

1. Interaksi antar status, adalah hubuungan antara dua pihak yang berbeda bersifat formal. Sehingga masing-masing dapat melakukan interaksi berdasarkan status masing-masing. Contohnya: peserta didik dengan orang  tua.

2. Interaksi antar kepentingan, adalah hubungan antara pihak individu yang beriorinterasi kepentingan dari masing-masing pihak.

3. Interaksi dengan keluarga, adalah hubungan yang relatif tinggi dan berbentuk informal. Hubungan yang terjadi antar pihak yang mempunyai hubungan sedarah

4. Interaksi antar persahabatan, adalah interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan adanya komunikasi dan saling menguntungkan sehingga mempunyai suatu hubungan kekerabatan.

Kesimpulan yang didapatkan yaitu banyak anak yang menginginkan gadget sehingga para orang tua memberikan dnegan tujuan seperti mengenalkan teknologi kepada anak atau agar anak tidak cepat bosan, bagi orang tua, anak bisa bersosialisasi dengan gadget dikarenakan teman sejawatnya menggunakan benda tersebut dan gadget juga mempunyai informasi yang sangat besar sehingga membantu orang tua dalam hal memberikan pendidikan. (Nurrachmawati,2014)

Terkadang gadget juga dapat diberikan agar anak dapat mengalihkan perhatiannya, sehingga tidak menggangu pekerjaan orang tuanya. Para orang tua memfasilitasi gadget untuk anaknya yang masih berusia SD (widiawati & Sugiman, 2014).

Ketergantungan terhadap gadget pada anak dikarenakan lamanya durasi anak menggunakan gadget. Menggunakan gadget dengan waktu yang lama dan dilakukan terus menerus maka akan membuat anak mennjadi anti sosial. Hal tersebut menjadikan anak seorang individualis dan ia lupa untuk bekomunikasi kepada orang lain dan beinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. (simamora,2016). Berikut adalah tanda anak usia SD yang kecanduan dengan gadget antara lain:

1. Hanya berbicara tentang teknologi, atau game yang sedang banyak dibicarakan.

2. Melakukan segala cara agar dapat mengakses gadget

3. Tidak punya waktu untuk belajar

4. Tidak mempunyai keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Dari tanda-tanda tersebut bisa dilihat bahwa penggunaan gadget untuk siswa usia SD dapat mengurangi interaksi sosialnya baik dengan orang tua, tetangga, teman bahkan guru di sekolahnya. Dengan itu, perlunya orangtua untuk tetap mengawasi dan memberikan aturan untuk tidak terlalu sering menggunakan gadget yang sangat  berdampak negatif untuk pembelajaran dan interaksi sosial anak (Ameliola,2013).

Kesimpulan Gadget merupakan salah satu teknologi yang mempengaruhi pola pikir manusia. Hubungan gadget dengan interaksi sosial pada siswa memberikan dampak negatif yang besar. Dikarenakan banyak siswa SD yang tidak peduli dengan sekitar, tidak ingin berbaur dan berkounikasi kepada orang lain. Siswa hanya kecanduan dengan dunia maya seperti game saja. Gadget juga berpengaruh dalam pergaulan sosialnya. Seperti contoh ketika sanak saudara datang, mereka tidak ingin keluar kamar untuk berbaur, mereka berdiam diri di kamar dengan gadgetnya. Hal tersebut menjadikan siswa menjadi orang yang asing, tidak ingin berbaur sama keluarganya.

Dampak lain ialah anak sulit berinteraksi dengan lingkungan baru, bahkan tidak peka terhadap lingkungannya. Hal tersebut sangat berbahaya terhadap perkembangan sosial siswa SD. Sebagai orang tua dan guru di sekolah sebaiknya tetap menjaga serta membimbing anak agar tetap berinteraksi sosial.


Penulis : Zahwa Nazhifa Zulfa


Penulis blog

Tidak ada komentar